Beli buku-buku di bawah ini dapet potongan 10%. Hubungin : 021-7755462
Beli Buku Di Bawah ini
Bangkitlah Negeri, Jayalah Betawi Metropolitan Menuju Megapolitan Oleh Ridwan Saidi
Desember 2008
Ketika itu banyak sekali gubuk-gubuk liar yang tumbuh di sekitar Jakarta. Jalan-jalan buruk dan di musim hujan becek dan di sana sini banyak hunian yang dilanda banjir. Keadaan pasar amat semerawut. Kecuali beberapa pusat-pusat pertokoan saja seperti Pasar Baru dan Glodok. Bangunan-bangunan tua peninggalan masa kolonial tidak terawat. Rumah-rumah penduduk tumbuh dengan rapat dan dari bahan bangunan yang mudah terbakar. Penerangan jalan boleh dikatakan tidak ada. Bahaya kebakaran dapat muncul sewaktu-waktu.
Selengkapnye
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Seluk-Beluk Rumah Betawi (Bagian II) Oleh Yahya Andi Saputra
Desember 2008
Menurut tradisi Betawi rumah yang belum dipasangi jendela dan pintu pantang untuk dihuni. Bahkan pemiliknya juga belum boleh menginap jika rumahnya belum sempurna. Pekerjaan terakhir adalah memasang ragam hias, apakah itu gigi balang, pucuk rebung, dan lain-lain. Lalu disempurakan lagi dengan memasang dekorasi interior dan eksterior, antara lain memasang kaligrafi (jenis lukisan kaca) berbunyi assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, bismillah, atau dua kalimat syahadat di kusen luar pintu masuk utama. Di dinding luar depan dekat jendela dipasang kapstok yang berhiasan lukisan kaca. Atau kaligrafi lain dipasang di dinding bagian dalam.
Selengkapnye
BUKU BAGI YANG BERHATI*
November 2008
sumpah serapah bersaut-sautan sepanjang jalan
mata-mata marah sepanjang jalan
wajah-wajah tegang, marah dan lelah sepanjang jalan
dari kota ke kota (hal. 121)
Itu kutipan bait puisi yang ditulis Christovita Wiloto (CW), mengekspresikan resah dan perih teramat sangat yang dirasakan rakyat,
tersebab musibah luapan lumpur Lapindo. Uniknya, CW menuliskan simpati dan empatinya itu di atas roda dua dalam penjalanan Malang – Bandara Juanda Surabaya.
Selengkapnye
Dengan Hikayat Maręskalęk Abdullah al-Misri Suruh Daendels Omong Betawi Oleh JJ Rizal
Desember 2008
Abdullah bin Muhammad al-Misri adalah pengarang Melayu yang hidup dan karyanya tidak begitu dikenal. Namanya tidak disebut dalam sejarah sastra. Keterangan tentang hidupnya sangat sedikit. Tetapi, seperti jelas dari namanya, Abdullah al-Misri seorang peranakan Mesir. Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Abi Bakr Raja Badarkhan bin Syeikh Ibrahim al-Misri.
Selengkapnye
Menelisik Topeng Betawi Oleh Yahya Andi Saputra
Desember 2008
Teater rakyat Betawi adalah tontonan berlakon yang bersifat kerakyatan dan improvisatoris, diiringi oleh musik rakyat Betawi tertentu yang pernah tumbuh dan berkembang di wilayah budaya Betawi sedikitnya dalam dua generasi. Bentuk-bentuk kesenian yang tergolong dalam teater rakyat Betawi adalah : Lenong (Preman dan Denes, Jinong), Topeng Betawi (Jipeng, Blantek), Tonil Sambrah, dan Wayang Kulit Betawi. Di luar itu ada Shahibul Hikayat dan Gambang Rancang yang dapat digolongkan ke dalam teater bertutur. Kecuali itu juga ada Wayang Orang Betawi dan Cador (Penca Bodor) yang kemungkinan antara ada dan tiada.
Selengkapnye
Ketupat Sayur
Desember 2008
Ketupat Sayur sebagaimana yang kite liat saban ari dijajakan pedagangnnya di kaki lima, itu sih sudah sangat umum dan ngga istimewa. Ini termasuk makanan sari-sari. Kenapa? Karena ia diolah sederhana dan memakai bahan apa adanya, yang penting disajikan masih hangat dan utamanya harganya sangat murah. Karena dijajakan di kaki lima dengan keranjang pikulan atawa gerobak dorong, biasanya ia dibeli oleh sopir mikrolet atau yang sejenisnya.
Selengkapnye
Mengenang Si Put On
Desember 2008
Tidak mudah melupakan tragedi 13 – 15 Mei 1998, apalagi bagi mereka yang menjadi sasaran dan korban. Seperti halnya tidak mudah melupakan tragedi Aceh dan Maluku. Di samping harta benda musnah dan dijarah yang nilainya secara persis tak terkira, Komnas HAM melaporkan tidak kurang dari 152 wanita Tionghoa menjadi korban perkosaan/ kekerasan seksual, sedihnya 21 di antara mereka tewas; bunuh diri atau ditewaskan. Kontroversi merebak, percaya dan tidak percaya akan berita itu, mungkin karena tragedi Mei menjadi sorotan Internasional. Acapkali memirsa, atau membaca, berita tentang tragedi itu, seperti halnya tragedi Maluku yang sudah berjalan 1 tahun,
Selengkapnye
Melalui web ini kami ingin berbagi tentang sejarah dan seni budaya masyarakat Betawi.
Penamaan rubrik, sengaja digunakan kosa kata bahasa Betawi sebagai langkah awal pengenalan khazanah kebetawian.
Rubrik Tabe lebih memerankan halaman pembuka. Rubrik Langkan sama dengan pengenalan tentang kita.
Kata Langkan secara harfiah berarti pagar kisi-kisi pada beranda rumah Betawi. Rubrik Sohibul Hikayat maksudnya
berisi tentang sejarah; rubrik Bebulan lebih menjelaskan tentang adat-istiadat yang hidup di masyarakat Betawi;
rubrik Pituah dimaksudkan sebagai rubrik bahasa dan sastra Betawi; rubrik Sisik Melik memuat konten seni budaya Betawi;
rubrik Dedengkot memuat tentang tokoh; rubrik Pengulekan memuat ragam tata boga masyarakat Betawi; rubrik Bodor berisi
tentang humor dan becande care Betawi;Gerobog/arsip yaitu hal ikhwal yang pernah dimuat dalam periode-periode sebelumnya di kampungbetawi.com
Akhirnya, dengan motto Bangkitlah Negeri, Jayalah Betawi, kami ucapkan selamat bergabung di komunitas Kampung Betawi.Com.
Kami teringat pada kata-kata bijak anak negeri, “Jangan minta buah mangga kepada pohon rambutan, tetapi jadikanlah
tiap pohon menghasilkan buah yang manis”.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dapetin kaos keren dari kampungbetawi.com dengan nulis komentar perihal kampungbetawi.com
kirim komentar ke yahya@kampungbetawi.com